Apa perpisahan selalu dihubungkan dengan kematian?
Seperti biasa disebuah film atau drama pasti ada suatu nasihat yang kerap disampaikan di dalamnya (setuju?)
Sebenernya sudah hampir tujuh bulan yang lalu nonton karena dapet rekom dari temen buat nonton film satu ini (baca: Timeline), jalan ceritanya sederhana, menyegarkan soalnya pemeran utama cowoknya kece (hehehe) tapi sad ending.
Menceritakan pemuda bernama Tan yang baru lulus Sekolah Menengah Atas dan dia ingin melanjutkan studi 'kuliahnya' di kota (Bangkok), namun sejak kecil dia tidak pernah meninggalkan desa dan ibunya yang hidup sendirian. Ayahnya telah lama meninggal. Oleh sebab itulah alasan terberatnya.
Tanpa sepengetahuan ibunya, dia mendaftarkan diri di universitas kota dan mengambil jurusan jurnalistik yang amat berlainan dengan apa yang diinginkan ibunya yaitu jurusan pertanian. Ibunya hanya ingin dia dapat nantinya meneruskan perkebunan kebanggaan alm.ayahnya itu. Berbeda dengan apa yang dia inginkan. Akhirnya tetap keukeuh memilih studi di kota dan ibunya pun telah mengijinkannya walau dengan berat hati.
Aku pernah dengar bahwa jodoh adalah orang yang pernah kita temui di masa lalu. Di sini Tan pertama kali bertemu dengan Jane di acara perkenalan anak baru di kampus, mereka yang sama-sama terlambat mendapat hukuman, salah satu tangan mereka diikat bersama sampai acara selesai.
Masa kuliah datang, Jane sudah merasa menyukai Tan. Tapi Tan menyukai kakak tingkat yang juga merupakan teman dekat Jane. Jane juga tau Tan menyukai temannya. Tan selalu meminta Jane untuk mendekatkan dia dengan temannya. Sakit pasti, tapi Jane tidak bisa menolaknya sebab tidak ada alasan pasti untuk itu. Waktu berlalu Tan akhirnya bisa dekat dengan On. Tapi sayangnya On hanya menganggap Tan sebatas pesuruh. OMG
Pada saat Tan dicampakan, Jane sudah pergi ke Jepang untuk melanjutkan studi beasiswanya. Saat itu pula ibunya Tan jatuh sakit dan Tan juga mengetahui kesedihan-kesedihan yang disimpan sendiri selama ini oleh ibunya. Tan sadar bahwa ibunya amat berat menjalani hidup selama ini tanpa adanya sosok suami (ayahnya).
Tan juga amat menyesal, menyadari bahwa yang selalu ada untuknya selama ini adalah Jane. Jane telah mengajari mencari mimpi-mimpinya. Tan berusaha mencari kabar keberadaan Jane. Tan ingat kalau Jane pernah minta dibuatkan gambar wajahnya menjadi kartun, dan Tan mengirim sebuah surat pada Jane yang berisi gambar animasi wajah Jane.
Surat telah sampai dan diterima Jane. Jane akhirnya tau Tan juga suka padanya. Jane pergi untuk melihat langsung lautan dalam di Jepang yang dulu Jane dan Tan pernah lihat disebuah gallery. Keindahan lautan membuat Jane semakin bahagia, dia mengambil gambar dan mengirimkannya pada Tan. Tan yang pada saat itu juga sedang di gallery mencari lukisan yang dulu pernah mereka lihat, tersenyum-senyum mendapat kiriman gambar dari Jane.
Menunggu kabar Jane, Tan mendapat pangilan langsung dari On. Jane Meninggal. Jane tenggelam di hari itu di mana dia melihat lautan. Tan menangis tersedu di lantai kamarnya, dia masih tidak percaya Jane begitu cepat meninggalkannya.
Jane. Jane sang pemimpi. Jane yang mengajarkan untuk bermimpi dan meraih mimpi itu. Jane. Cinta yang belum sempat dia peluk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar