Selasa, 10 November 2015

SINOPSIS "L-DK LIVING TOGETHER" MOVIE JAPANESE

 

Kon'nichiwa...
Ngomongin movie bergenre romantis pasti ga ada habisnya. Beberapa bulan lalu ngerasa jenuh nonton drama karena ber-episode-episode, akhirnya searching nyari film yang kira-kira habis ditonton sekali duduk. Nemu lah LDK ini, dari awal liat pemeran utama yang kece badai jadi semangat nontonnya, jalan ceritanya juga ga ngebosenin.

Sebelum lari ke sinopsis, ada baiknya tau LDK itu apa sih? LDK adalah singkatan dari Living Dining Kitchen, di Jepang istilah ini digunakan untuk menyebut ruangan yang terdiri dari ruang tempat tidur, ruang makan, dapur dan kamar mandi. semacam kost-kostan yang komplit kalo di Indonesia.

Shusei Kugayama (Kento Yamazaki) adalah seorang murid cowok Sekolah Menengah Atas dengan prestasi akademis yang cemerlang, pintar dalam olahraga dan juga memiliki wajah ganteng serta penampilan yang apik membuat dia amat popular di sekolah.
Suatu hari salah satu cewek di sekolah menyatakan cinta pada Shusei dan dia ditolak. Melihat temannya Moe ditolak dan dipermalukan di depan umum, Aoi Nishimori (Ayame Gouriki) lantas tidak diam begitu saja. Aoi mengejar dan menghadang jalan Shusei. Perdebatan di mulai di situ (salah satu adegan paling aku suka hehe), kaget dengan jawaban Shusei, Aoi tidak sengaja mendorong Shusei sampai jatuh menuruni tangga, membuat kaki Shusei terluka.
Merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya, Aoi memapah Shusei dan mengantarnya pulang sampai ke tempat tinggalnya. Dunia memang sempit, pepatah yang tepat digunakan di sini. Ternyata tempat tinggal Shusei adalah juga tempat tinggal Aoi. Aoi juga kaget sebab dia baru tau tetangga sebelah kamarnya adalah Shusei yang sekitar satu minggu lalu baru pindah.
Shusei yang merasa kakinya terluka karena Aoi meminta bertanggungjawaban Aoi dengan menyuruh Aoi membersihkan ruang kamar dan memaskan makanan untuknya. Ketidasengajaan membawa mereka semakin dekat. Shusei iseng mendekatkan wajahnya pada Aoi, Aoi yang saat itu sedang memasak kaget dengan tingkah Shusei dan Aoi tidak sengaja memasukan alkohol (untuk masakannya, tapi arak mungkin ya) terlau banyak sehingga wajan mengeluarkan api besar. Besarnya api membuat pendeteksi otomatis di dalam ruangan mengeluarkan air dan membanjiri seluruh ruang kamar Shusei. Ibu pemilik rumah yang datang melihat kamar Shusei mengatakan bahwa kamar Shusei kemungkinan akan membutuhkan waktu cukup lama untuk diperbaiki. Mendengar hal itu Shusei memaklumi dan mengatakan akan tinggal  sementara di tempat temannya selama perbaikan kamar. Aoi begitu kaget, sebab rumah teman yang dimaksud adalah tempat Aoi. Tidak ada yang bisa Aoi lakukan, dia tidak bisa menolak.
 
Hari demi hari dilalui mereka, berbagi kamar, makan bersama, tertawa bersama. Aoi kemudian menyimpan rasa pada Shusei (menurutku sih Shusei kelihatan suka duluan ketimbang Aoi, versiku lho ya). Aoi pun berusaha jujur dengan sahabatnya Moe tentang perasaannya pada Shusei. Tidak mudah memperlihatkan perasaannya pada Shusei, sebab Shusei selalu dibayangi oleh janjinya pada seorang cewek teman masa kecilnya Satsuki yang juga sekaligus adalah mantan pacarnya. Shusei tidak pernah mencintai Satsuki, hanya saja dia merasa banyak berhutang budi pada Satsuki. Satsuki yang amat protektif, kerap kali membuat Shusei merasa tertekan. Satsuki juga tidak suka melihat Aoi dekat dengan Shusei.
Pada hari ulang tahun Shusei, Aoi menyatakan perasaannya pada Shusei, tapi Shusei menolaknya. Mendapat tolakan dari Shusei tidak lantas membuat Aoi terlihat sedih di depan teman-temannya, tapi Moe merasa sikap Aoi begitu berlebihan atau terlihat dibuat-buat untuk menutupi sesuatu. Tidak ingin sahabatnya terlalu berlarut dalam kesedihan, Moe menyarankan Aoi untuk mengajak kak Sanjo untuk datang bersama di festival kembang api nanti. Kak Sanjo merupakan teman satu rumah kost Aoi dan terlihat jelas kak Sanjo suka juga sama Aoi.
Malam festival kembang api. Aoi bersama kak Sanjo. Melihat raut muka Aoi sahabatnya tidak memancarkan kebahagiaan, Moe dan Ryosuke (pacar Moe sekaligus teman dekat Shusei) memutuskan pergi menemui Shusei. Ryosuke memarahi Shusei yang tidak mau jujur dengan perasaannya pada Aoi. Moe juga menyatakan rasa kesalnya dan memberikan kotak berisi kalung pemberian Shusei untuk Aoi. Moe menyimpannya karena Aoi memintanya, sebab jika Aoi melihat kotak itu Aoi selalu teringat pada Shusei.
Sadar dengan apa yang dilakukannya selama ini, Shusei tergesa pergi ke tempat festival kembang api untuk mencari Aoi. Perasaannya kini sudah pasti.
Aoi yang saat itu baru turun dari bianglala, berjalan tak tau arah. Aoi baru saja menolak kak Sanjo. Aoi tidak memiliki rasa pada kak Sanjo. Dia terus memikirkan Shusei. Pada saat yang sama Shusei berteriak-teriak memanggil nama Aoi di kerumunan orang yang sedang menikmati malam di festival. Mereka bertemu. Aoi menanyakan kenapa Shusei datang mencarinya. Tentu saja Shusei tau telah menyakiti Aoi hari-hari lalu. Shusei meminta maaf. Menyatakan perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan Aoi selama ini. Akhirnya mereka bersama.
Tertawa bersama, setidaknya itu yang dituliskan Aoi di kertas keinginannya yang tergantung di pohon bambu yang tertiup angin dan membawa harapannya terbang tinggi sampai ke bintang-bintang di langit sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar